Rumah Jengah

RUMAH JENGAH
06/03/2012

"Inilah dunia, deritanya tiada akhir"
Setinggi apapun kau bangun rumahmu suatu saat ia akan hancur. Setumpuk apapun harta yang kau kumpulkan, pasti aka  lenyap.
Telah tiga bulan lewati tahun 2012, setitik tahun kulewati di rumah ini. Aku belum juga menemukan ketenangan hati. Emosi yang mengepul di dinding-dinding rumah manambal panas hawa isinya. Bahkan tak ada yang menarik sekedar melayangkan pandang padanya. Semua tampak jengah.
Aku tahu pemandangan itu harus kubaca dengan ilmu, ku maknai dengan dzikir, ku gerit fikir. Tapi hatiku kadung membeku dengan semua yang ku tangkap tanpa mencair.
Satu harapan yang besar tampak misteri bahkan raib bisa jadi. Satu kecemasan ia akan lahir. Inikah takdir? Belum lagi hari menghadap atas semua yang diberi, yang dititipkan, yang diajarkan, yang dipesankan.... Hanya menjadi cemooh.... Rugi yang berkepanjangan.
Harus kau bangun..!
Tidak! Aku berenang mengalir
Kau akan tenggelam..!
Tidak! Aku terbang menyingkir
Kau akan jatuh...!
Tidak! Aku bergantung menyinyir
Kau akan mati..!
Baiklah aku menyerah
Aku akan mencoba meski gagal
Aky akan tutup walau riuh
Apa yang kau tunggu?
Tidak ada! kecuali keajaiban
hanya menunggu uluran Tuhan
atas kekerdian kita...
Kenapa begitu..?
Inilah takdir!
kenapa kau marah?!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dunia aral