OBAK SODOR
OBAK SODOR Malam adalah gaun pengantin bulan bertabur bintang di sela-sela mega putih. Hingga pada malam purna, matahari membuahi sang bulan. Tampak seonggok janin di bulatan bulan seperti batu dalam dekapan sang ibu. Kami, anak-anak bersorak ceria dan bermain gembira menyambutnya. Kami berhamburan lepas dari rumah menuju tengah lapang dan bebas dari cengkeram kekhawatiran ayah bunda. Karena mereka percaya malam ini malam pengantin antara bulan dan matahari yang sedang kami rayakan di atas panggung ibu pertiwi bermain bersama di bawah sinar rembulan dalam permainan Obak Sodor. Malam ini giliran ibu yang jadi lakon, harus bersedia menemukan kami yang bersembunyi dengan mata tertutup. Awalnya si lakon membungkukkan badannya untuk memberi kesempatan kami mencari tempat sembunyi. Dan mencuri kelengahan si lakon agar ia terus “jadi”. Namun biar pun sang ibu membungkuk mencari kami, kami pun akan ditemukannya karena di bantu bulan. Setiap kegelapan yang kami sembunyikan diri, selalu terin...